Rabu, 05 September 2012

Berbagi Kisah ala Bendahara BKAD Narmada Lombok Barat

Cerita “ Kebaikan Tanpa perencanaan yang baik, bisa dikalahkan oleh kejahatan yang direncanakan dengan baik”

Oleh
Muhammad Islahuddin (Bendahara BKAD Kec. Narmada)
Ini kisah ku, tapi sebelumya saya perkenalkan diri namaku Muhammad Islahuddin, biasa dipanggil Islah tapi kalau di PNPM biasa dipanggil Pak Ustadz. Mungkin mereka memanggil begitu karena tau saya orang Ponpes. Di PNPM-MP saya diamanahi sebagai Bendahara BKAD Kec. Narmada.
Awal mula saya bergabung ketika PNPM-MP masih bernama PPK. Waktu itu saya diusulkan oleh Desa saya Desa Batu Kuta sebagai calon Anggota BKAD melalui MD Sosialisasi Tanggal 10 Februari 2007 kemudian terpilih menjadi pengurus BKAD pada MAD Perengkingan (MAD II) tanggal 28 Juni 2007.
Pada awalnya saya tidak begitu bisa memahami PPK pada saat itu tapi mencoba untuk memahami dengan selalu belajar dari pengalaman-pengalaman dengan berusaha menghadiri kegiatan-kegiatan PPK/PNPM baik itu MD maupun MAD.
Pengalaman yang berkesan menjadi pengurus BKAD dalam menjalankan tugas sebagai BKAD ketika memfasilitasi MD. Masih segar dalam ingatanku,bagaimana aku menjalankan tugasku sebagai BKAD, yakni mensosialisasikan apa itu PNPM kemasyarakat desa Buwun Sejati sekaligus melakukan Review RPJMDEs.
Hari itu aku bersama ust. Dani (ketua UPK) bertempat di balai banjar di dusun ngis desa buwun sejati. suasana sejuk dan rindang menghampiri kami sebelum memulai musyawarah dengan beralaskan tikar dan karpet seadanya. Itulah suasana desa Buwun Sejati yang terletak di Hutan Sesaot. Beberapa saat kemudian, kami memulai musyawarah, kami buka dengan mensosialisakan PNPM-MP, kemudian PNPM-GSC dan PNPM-Integrasi.
Ketika sosialisasi PNPM-MPd saya menekankan bagaimana pentingnya sebuah perencanaan yang baik dengan mengemukakan sebuah kalimat orang arab “ Kebaikan Tanpa perencanaan yang baik, bisa dikalahkan oleh kejahatan yang direncanakan dengan baik” bagaimana pentingnya kita rencanakan desa kita supaya baik dengan kita tuangkan ide-ide kita di dalam dokumen RPJMDes, karena kita tau bahwa dokumen RPJMDes adalah satu-satunya dokumen yang sah dalam perencanaan Pembangunan di tingkat desa.
Namun, Ditengah musyarawah ada beberapa peserta musyawarah yang menyangsikan apakah usulan-usulan yang diusulkan bisa dilaksanakan atau tidak, saya mengemukan “silahkan Bapak/Ibu usulkan saja, kalau PNPM-MPd tidak bisa meng-cover usulan Bapak/Ibu, mungkin program lain bisa mengcovernya. Atau kalau tidak bisa, usulan ini adalah sebagai bentuk kepedulian Bapak/Ibu dalam Membangun Desa Bapak/Ibu kedepan, mungkin anak cucu Bapak/ibu bisa merealisasikannya ”.
Di sela penyampaianku, kuceritakan pula tentang adanya orang yang telah mengatakan bahwa yang dilakukan oleh kami adalah hayalan belaka, maka saya meyakinkan peserta musyawarah yang hadir, mungkin saja ungkapan itu terucap akibat rasa putus asa, disebabkan mungkin di masa lalu dia melihat tidak sedikit program-program pemerintah yang berakhir dengan ketidak jelasan arah dan tujuannya, Tapi tidak dengan dengan PNPM-MPd. PNPM-MPd adalah program yang diusulkan oleh masyarakat, dikerjakan oleh masyarakat dan dipelihara oleh masyarakat.  
Alhamdulillah, ternyata  warga tidak ada yang terpengaruh perkataan negatif, dan mereka malah antusias memperhatikan penjelasan yang kami sampaikan.
Peristiwa itu menjadi kenangan dan kuanggap sebagai pelajaran yang perlu diambil hikmahnya,
Inilah salah satu cerita pengalamanku, yang kurasa paling aku ingat. Namun Alhamdulillah berkat dukungan dari Berbagai Pihak dan melihat dari besarnya pengharapan masyarakat kepada PNPM, sampai-sampai ketika Musrenbang Desa dan MAD Masyarakat ada yang berkata, " Usulkan ke PNPM-MP saja lebih jelas dan cepat terealisasi dari pada diusulkan kepada alokasi dana-dana yang lain, seperti APBD-Kab, APBD-Prov maupun APBN. “
Inilah yang memotivasiku untuk tetap  berusaha semampuku mengikuti dan mendukung kelanjutan program PNPM-MP, karena jika kita menjalani dengan penuh rasa ikhlas dan senang hati akan lahirlah perasaan tentram di dalam hati.  Itu  merupakan suatu kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan uang.
 Mudah-mudahan cerita ini dapat memberikan motivasi bagi setiap pelaku PNPM-MPd untuk  senantiasa memberikan yang terbaik bukan memikirkan apa yang didapat dari PNPM-MP ini. Oleh karena itu, saya tutup dengan “ Hidupkanlah Model PNPM-MPd, Jangan mencari kehidupan di PNPM”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar